Showing posts with label Hankam. Show all posts
Showing posts with label Hankam. Show all posts

Indonesia-Qatar Inginkan Peningkatan Kerjasama

✈ Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Jassim al-Hammar saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (17/4/2017). Jassim al-Hammar bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menyampaikan undangan Forum Doha dan berdiskusi soal peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang. [ANTARA News/Vicki Febrianto]

Pemerintah Indonesia dan Qatar mengharapkan adanya peningkatan kerja sama antarkedua belah pihak, baik kerja sama bidang ekonomi, pertahanan maupun sektor investasi.

Duta Besar Qatar untuk Indonesia Ahmed Jassim al-Hammar seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan baik Indonesia dan Qatar mengharapkan adanya peningkatan hubungan kerja sama di berbagai bidang.

"Pembicaraan kami tadi untuk mencari peluang kerja sama yang lebih luas, untuk semakin mengembangkan hubungan Indonesia dan Qatar. Hubungan kedua negara saat ini sangat baik," kata Jassim al-Hammar, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin.

Jassim al-Hammar menambahkan saat ini Qatar telah melakukan berbagai investasi di Indonesia. Beberapa investasi Qatar di Indonesia antara lain adalah Qatar National Bank (QNB), kepemilikan saham Indosat Ooredoo, dan investasi di MatahariMall.

"Ke depan, kami akan menaruh perhatian jika ada peningkatan investasi di Indonesia," ujar Jassim al-Hammar.

Dalam kesempatan tersebut, Jassim al-Hammar juga menyampaikan surat undangan dari pemerintah Qatar untuk Wakil Presiden Kalla yang diharapkan hadir dalam Forum Doha yang akan diadakan pada 14-15 Mei 2017 di Doha, Qatar.

Forum tersebut merupakan forum internasional yang nantinya akan banyak menghadirkan kepala negara ataupun kepala pemerintahan, serta wakil organisasi-organisasi internasional. Dalam forum tersebut, nantinya akan membicarakan tentang demokrasi, kebebasan dan peningkatan perdamaian di seluruh bangsa.

Selain itu, juga akan dilakukan diskusi terkait politik, ekonomi, serta isu-isu regional maupun internasional. Salah satu topik yang akan dibahas mengenai krisis pengungsi.

"Tujuan utama dari Forum Doha tersebut adalah membuka forum tersebut seluas-luasnya bagi elemen pemerintahan ataupun masyarakat guna membicarakan demokrasi dan peningkatan perdamaian di seluruh dunia," kata Jassim al-Hammar.

  ✈ antara  

[Video] PT Pindad Targetkan Ekspor Alutsista

Liputan AntaraTV PT Pindad meningkatkan target jumlah ekspor produk unggulannya ke luar negeri hingga 20 persen. Hal ini dilihat dari potensi PT Pindad yang kerap menelurkan produk-produk unggulan dibidang pertahanan dan keamanan, dan menjadi juara 9 tahun berturut-turut dalam lomba-lomba internasional.


  ♘ Youtube  

Mesir Kepincut "Tank Boat" Buatan Pindad

Ilustrasi Tank boat X18 Antasena [Tank Boat]

P
rodusen alat utama sistem pertahanan (alutsista) PT Pindad (Persero) memperkenalkan produk kendaraan tempur terbarunya yakni tank boat dengan nama Antasena.

Corporate Secretary PT Pindad Bayu Fiantoro mengatakan, salah satu negara timur tengah yaitu Mesir sangat berminat membeli tank boat Antasena setelah diperkenalkan pada pasar internasional melalui pameran Indo Defence 2016 lalu.

"Saat ini Mesir menjadi negara yang kami lihat paling berminat," ungkap Bayu di pabrik Pindad, Bandung, Selasa (18/4/2017).

Bayu menjelaskan, untuk mengetahui secara lengkap terkait spesifikasi, teknologi, dan harga tank boat Antasena, Mesir telah mengirim perwakilannya ke kantor Pindad.

"Perwakilan (Mesir) sudah kesini (Bandung) untuk mengetahui secara detail terkait Antasena, dan sampai saat ini baru Mesir, kami terus coba pasarkan," jelas Bayu.

Menurut Bayu, 80 persen produksi Pindad baik kendaraan tempur dan amunisi untuk memenuhi pasar dalam negeri, dan kemudian sisanya ke pasar internasional.

Bayu memaparkan, untuk tahun 2017 Pindad menargetkan akan memproduksi kendaraan tempur sebanyak 200 unit dengan berbagai tipe, kemudian senjata sebanyak 50.000 unit dan 150 juta amunisi.

Sebagai informasi, tank boat Antasena memiliki panjang 18 meter dan mampu menjelajah pada perairan dangkal. Kemudian tank boat Antasena mampu melaju hingga kecepatan 40 knots dengan daya jelajah 400 nautical mile (NM).

  ♘ Kompas  

Senjata Api Buatan Anak Negeri

Senapan SS2 buatan Pindad yang dipakai lomba menembak. (KOMPAS.com/Putra Prima Perdana)

S
ebagai bangsa dengan bentang pulau dan lautan yang luas, Indonesia harus memiliki kemampuan memproduksi alat utama sistem pertahanan (alutsista) secara mandiri.

Sebab, kekuatan alutsista menjadi modal utama negara dalam mempertahankan setiap jengkal wilayahnya. Di Indonesia sendiri, ada salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memang secara khusus memproduksi alutsista secara mandiri yakni PT Pindad (Persero).

Pindad saat ini memiliki lini produksi di dua lokasi yakni Bandung Jawa Barat dan Malang Jawa Timur. Pabrik yang berlokasi di bandung memproduksi senjata, kendaraan tempur, hingga produk industri.

Lokasi pabrik di Bandung menempati lahan seluas 66 hektar dan memperkerjakan kurang lebih 1.880 karyawan.

Sementara untuk pabrik yang berlokasi di Malang, khusus memproduksi amunisi dan bahan peledak.

Kedua lini produksi tersebut sengaja dipisahkan karena mempertimbangkan faktor keamanan. Kompas.com berkesempatan mengunjungi pabrik Pindad yang berlokasi Bandung untuk menjajal senjata buatan anak negeri yang telah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Dalam kesempatan tersebut Kompas.com berkesempatan mencoba senapan laras panjang dengan jenis Senapan Serbu (SS2 V1) dalam acara lomba tembak bersama awak media di Lapangan Tembak Kendaraan Khusus PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Selasa (18/4/2017).

Sebagai orang yang awam, menggunakan senjata api bukanlah perkara mudah, apalagi harus membidik target dengan tepat sasaran, dan juga menjaga fokus titik pandang hingga menopang berat dari senjata itu sendiri.

Maklum, satu unit senjata laras panjang SS2 V1 buatan Pindad memiliki bobot kurang lebih 3,5 kilogram dan mampu menembak target dalam jarak 500 meter dengan kecepatan peluru 940 meter per detik.

Setelah mencoba senapan laras panjang SS2 V1, ternyata tidak sulit seperti yang dibayangkan. Senjata ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan memiliki daya hentak yang tidak terlalu besar ketika peluru dicetuskan sehingga mudah digunakan untuk penembak pemula.

Engineering Manager PT Pindad, Yasir Arafat menjelaskan, senapan laras panjang jenis SS2-V1 memang dirancang oleh Pindad agar sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia.

Yasir menjelaskan, dalam perancangan senjata tersebut, Pindad melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), agar kemudian produksinya dapat sesuai kebutuhan aparat keaman negara.

"Senapan SS2 ini desainnya orisinil dari PT Pindad. Prototipenya melibatkan user, ada masukan-masukan dari TNI AD, mulai dari tarikan picu pada saat pembidikan hingga hentakannya. Jadi bisa dikatakan ini sesuai dengan postur Indonesia dan Asia," papar Yasir.

Yasir menjelaskan, dalam senjata tersebut, PT Pindad juga membuat tarikan picu yang mudah digunakan bagi profesional maupun pemula.

"Mesin tarikan picu disesuaikan dengan kebutuhan dari user (pengguna). Kalau standarnya, 2 sampai 3,5 kilogram maksimum. Jadi tidak terlalu ringan dan tidak terlalu berat sesuai standar TNI," kata Yasir.

Hal ini terbukti ketika Kompas.com mencoba senapan laras panjang tersebut. Saat melepaskan peluru, hentakan dari senapan tidak terlalu keras dan juga tingkat akurasi dalam membidik sasaran juga terbilang cukup baik.

Hingga saat ini PT Pindad telah memproduksi senapan laras panjang dari seri SS2V1 hingga seri SS2V7. Pengembangan terus dilakukan terhadap akurasi tembakan hingga kecepatan dan daya jelajah peluru yang disesuaikan dengan medan tempur.

Kebanggaan terpancar setelah menggunakan senapan laras panjang SS2-V1, karena anak negeri pun sudah mampu dan membuktikan diri bisa memproduksi senjata secara mandiri.

Direktur Bisnis Industrial PT Pindad Bobby Sumardiat mengatakan, bahwa yang berkarya di PT Pindad adalah benar-benar anak negeri.

"Di sini yang berkarya anak Indonesia, Kartu Tanda Penduduknya Indonesia, lahirnya ada yang di Bandung, Cirebon, Semarang, jadi mereka yang berkarya," papar Bobby.

Pada akhir tahun 2016 kontingen TNI AD berhasil keluar sebagai juara umum lomba tembak pada ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26.

Prajurit TNI AD berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan memakai senjata buatan dalam negeri PT Pindad.

Kontingen Indonesia memakai sejumlah jenis senjata buatan Pindad. Di antaranya senapan SS2-V1 Heavy Barrel dan karaben SS2-V2 Heavy Barrel.

Dalam ajang tersebut, TNI AD berhasil meraih 6 trofi. Tim TNI AD juga mempersembahkan 21 medali emas, 15 medali perak dan 14 medali perunggu.

  ♘ Kompas  

Depohar 50 Mampu Membuat Radar

Kembangkan Inovasi dan Kreatifitas Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP., mendapat penjelasan dari Dandepohar 50 Kolonel Lek. Wahyu Widodo, tetang komponen radar yang dapat dibuat Depohar 50. (TNI AU)

D
epo Pemeliharaan 50 (Depohar 50) adalah satuan pelaksana pemeliharaan di bawah Komandan Koharmatau bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat peralatan radar TNI Angkatan Udara, pembinaan personel spesialis radar dalam rangka pemeliharaan on site dan off site, maupun menyelenggarakan kesiapan test bench.

Dibawah kepemimpinan Kolonel Lek. Wahyu Widodo, Depohar 50 bersama satuan jajaran seperti Satuan Pemeliharaan (Sathar) Radar 51, Sathar Radar 52 dan Sathar Radar 53 berhasil mengembangkan inovasi dan kreatifitas dalam membuat komponen-komponen radar.

Menurut Dandepohar 50 Kolonel Lek. Wahyu Widodo, Depohar sudah dapat membuat radar yang dapat memantau pergerakan pesawat-pesawat sipil maupun pesawat latih TNI AU, serta komponen radar yang sesuai dengan aslinya.

Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto, S.IP., sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Depohar 50 beserta jajarannya dalam mendukung operasional radar.

“Ini sangat jauh menghemat anggaran pemeliharaan, karena harganya hanya seperempat dari harga yang ditawarkan mitra”, ujar Kasau disela-sela kunjungannya ke Depohar 50 Lanud Adi Soemarmo, Minggu (16/4).

  ♘ TNI AU  

Produk Strategis BUMN

Dari Helikopter Hingga Kapal Siluman https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjf1W2b79RlKPtmG7ng2_FmqonoE7KT7PGMHz0acmsj3TA5xFiydvN7xbma2rxhLikqjB3Kjw31wGvi1VUefqrWb6KO0DlAAH28fW-_-4mzHzCm5VkCG1-f0aqxKwJhAPAS_EOg2C1isa2/s1600/924922d47e1d4b0f8fd139ce9de20d26+Heli+SAR+TNI+AU+%255Bkompas%255D.jpgHelikopter SAR Tempur TNI AU [Kompas] ★

Produk-produk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis kini mulai banyak ditemui, mulai dari helikopter sampai kapal siluman. Produksi karya anak bangsa ini sempat vakum beberapa tahun lalu.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Harry Fajar Sampurno, bercerita soal pentingnya produk strategis BUMN.

"Hampir 60-70% kontribusi industri dari BUMN, manufaktur itu hampir seluruhnya BUMN, di luar kita kayanya belum ada. Bikin kapal 120 galangan, yang 4 besar adalah BUMN, sisanya di Batam. Pesawat terbang satu-satunya, dan industri pertahan dan lain-lain," katanya saat berbicang santai di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017).

Menurutnya, banyak yang tidak tahu besarnya peran BUMN di industri nasional. Supaya makin banyak memberikan kontribusi, BUMN akan didorong untuk bersinergi dengan Kementerian Perindustrian.
https://i0.wp.com/militermeter.com/wp-content/uploads/2016/09/wp-image-1174963853jpg.jpg?fit=700%2C394Tahun 2016, sudah ada perbaikan, kapal-kapal pesanan Kementerian Pertahanan yang mangkrak, ini mulai di-deliver tahun 2016. "Di DKB (Dok Kodja Bahari) dulu itu demo terus, akhirnya direksi kita ganti, yang baru pelan-pelan berhasil," jelasnya.

"Yang membanggakan Di 2016, PT PAL mulai bangkit dengan ekspor kapal perang terbesar, ada dua, satu tahun lalu, kemudian tahun ini itu yang untuk Filipina. Lalu satu lagi kapal dengan teknologi yang canggih dengan teknologi hantu, jadi dia tidak terdeteksi radar, itu namanya Perusak Kawal Rudal (PKR), yang kemarin Jumat diserahkan dari Kemhan ke Angkatan Laut, bulan lalu diserahkan dari PT PAL ke Kemnhan," ujarnya.

Kemudian PT Dirgantara Indonesia (PTDI), kata Harry, di tahun yang sama mulai ekspor ke Filipina, Thailand, Senegal, Malaysia, Turki. Ada juga helikopter baru untuk TNI AU, dan untuk Basarnas.
"Sayangnya semuanya tidak semulus yang kita kira, kita ada permasalahan seperti PT PAL masalah dengan KPK. Kedua Hubungan PTDI dengan TNI AU juga belum bagus, ekspor keluar negeri sudah banyak, yang dalam negeri belum terpakai, masih ada beberapa yang berhenti," katanya.

Ia mengatakan, sejak PTDI ambruk di 1998, pemerintah sama sekali tidak boleh membantu. Sampai 2006 produsen pesawat terbang itu mulai bangkit.

"Kemudian 2006 restrukturisasi dimulai, seperti SDM, keuangan, produksi dan operasional. Untuk keuangan, di BUMN kan ada utang yang di-convert ke equity, PMN dan semua dijalani," ungkapnya. (ang/ang)

  ★ detik  

Kelola Pemanduan Kapal di Selat Malaka

Langkah Menhub Diapresiasi http://maritimnews.com/wp-content/uploads/2016/12/selat-malaka-ilustrasi.jpgSuasana di selat Malaka ✮

Pemerintah Indonesia harus bersatu dan bersama-sama menjaga serta mengamankan perairan Selat Malaka. Apalagi, Selat Malaka merupakah jalur laut terpenting wilayah Indonesia di Kawasan Asia Tenggara dengan panjang kurang lebih 550 mil laut.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemhub) sudah mengambil alih pemanduan kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura, setelah sebelumnya lebih banyak dilakukan oleh Singapura dan Malaysia.

Wakil Ketua Komisi V DPR, Muhidin, menegaskan, sudah seharusnya pemerintah tampil paling depan mengatur lalu lintas kapal di Selat Malaka. Terlebih saat ini arus pelayaran kapal asing maupun domestik di Selat Malaka cukup tinggi.

"Untuk perairan di Selat Malaka memang Indonesia yang paling besar. Wilayah kita yang lebih besar, bukan Malaysia maupun Singapura," kata Muhidin, Selasa (11/4) di Jakarta.

Menurutnya, upaya pemanduan bisa menambah pemasukan bagi negara karena Selat Malaka merupakan salah satu selat yang paling padat lalu lintas pelayarannya di dunia.

Selain memberikan pemasukan bagi negara, anggota Fraksi Partai Golkar itu juga mengingatkan bahwa perairan Selat Malaka sudah menyangkut kedaulatan bangsa. Jika selama ini dikuasai oleh Malaysia dan Singapura, ke depan harus dibawah kendali penuh pemerintah Indonesia.

"Jika dikendalikan penuh itu bisa meminimalisir terjadinya tindak kejahatan disitu, jadi bukan semata nilai ekonomis," ucapnya.

Ditambahkan, banyak potensi pemasukan bagi negara di perbatasan yang belum dimaksimalkan. Muhidin mencontohkan, bagaimana semua jalur penerbangan di perbatasan masih dibawah kontrol negara tetangga Singapura.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah meresmikan pelayanan jasa pemanduan Selat Malaka dan Selat Singapura. Diungkapkan, proses pelayanan jasa pemanduan oleh pemerintah Indonesia ini melalui proses dan perjuangan yang cukup panjang.

Kemhub pun mengkaji dan menginventarisir permasalahan yang selama ini dihadapi di Selat Malaka. Di meja perundingan dengan Malaysia dan Singapura, pemerintah mendudukkan permasalahan di Selat Malaka dari sisi hukum.

Dua negara tetangga akhirnya tidak berkutik di meja perundingan dan tidak bisa menyangkal jika Selat Malaka merupakan wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selanjutnya, pemanduan kapal asing dan domestik ini disertai dengan pelimpahan wewenang dari pusat kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I.

  ⚓ Berita Satu  

RI-AS Deal Rp 130 Triliun

Dari Impor LNG Hingga Senjata F-16 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik1-zrXUU3f9gpdb5k4TXS7_KZjCx4citlzxz83lWt35Q-p9UOZ0hWhxhpIynKjRY5cY8qZAP5xAR-edKZPdb6MX6603R4-5U3eFQeogH1FRbPgOhdG9IQbCYiRCL65CwHYS1qrvScS9Jq/s1600/f16+TNI+AU+def.pk.jpgF16 A/B/C/D TNI AU ★

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Mike Pence, sedang berkunjung ke Indonesia. Kunjungan kali ini membuahkan beberapa kerja sama senilai US$ 10 miliar atau sekitar Rp 130 triliun.

Ada 11 kerja sama yang diteken, melibatkan beberapa perusahaan Negeri Paman Sam seperti Exxon Mobil, General Electric, dan raksasa penerbangan Lockheed Martin.

"Kerja sama ini mencerminkan semangat yang luar biasa dari perusahaan-perusahaan Amerika atas kesempatan bisnis yang ada di Indonesia," kata Pence dikutip dari AFP, Jumat (21/4/2017).

Exxon Mobil akan menjual LNG kepada Pertamina. General Electric akan menyediakan teknologi untuk pembangkit listrik di Indonesia. Sementara Lockheed Martin akan menyediakan sistem senjata mutakhir untuk pesawat tempur F-16.

Dalam kunjungannya ini Pence memang mendorong perusahaan-perusahaan AS supaya bisa bekerja sama dan berinvestasi di Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yang dibidik Donald Trump dalam memperbaiki neraca perdagangan AS. Sebab, saat ini AS mengalami defisit dalam perdagangan dengan RI.

Indonesia dengan 250 juta penduduknya memang menjadi pasar yang empuk bagi perusahaan asing. Sayangnya, berdagang dengan orang Indonesia tidak mudah sebab masih banyak masalah di dalam negeri.

Contohnya seperti birokrasi yang lambat, tingkat korupsi tinggi, hingga situasi politik yang tidak stabil. (ang/dnl)

  ★ detik  

KRI Banda Aceh 593 Dukung Operasi Pamtas

Combat Boat yang diangkut KRI Banda Aceh 593 untuk mendukung operasi pengamanan di wilayah Utara NKRI. [Dispen Kolinlamil] ★

KRI Banda Aceh 593 yang dikomandani Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E. bersama prajuritnya berlayar meninggalkan pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (20/4), guna mendukung operasi Serpas (pergeseran pasukan) pengamanan wilayah perbatasan (sektor utara) Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Papua Nugini.

Kali ini KRI Banda Aceh 593 rencananya akan membawa pasukan TNI Angkatan Darat dari Yonif 410/Alugoro Kodam IV Diponegoro yang dimuat dari pelabuhan Semarang, dan selanjutnya KRI akan bergerak menuju Surabaya untuk memuat pasukan dari Yonmek 512/Quratara Yudha Kodam V Brawijaya kemudian di Makassar juga akan memuat lagi Yonif 432 Para Raider di pelabuhan Makassar.

Ketiga batalyon ini yang berjumlah ribuan personel akan di bawa ke wilayah Utara NKRI untuk melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Dalam pelayaran ke wilayah timur KRI Banda Aceh 593 selain membawa pasukan, juga mengangkut logistik dan Alut yang dimuat dari Jakarta untuk memaksimalkan pelaksanakan pengamanan wilayah di bagian Utara Indonesia, diantaranya 5 unit sea rider ukuran 11 meter yang akan diturunkan di Ambon, di Sorong, dan di Manokwari. Sedangkan 3 combat boat dengan peruntukkan 2 untuk TNI AD di Sorong dan di Biak serta 1 lagi untuk TNI Angkatan Laut di Manokwari.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzzASWv13PtpAev5zA-lEHmIXmMRIBu2IEJFgSskDKPYuk5ENxzzq9g4eg8bcJc4KgvcQtIJmZEI3FmDZXeOhdS9Y_IfDH_RzghO89-vIg_Ktnmqw0zUb6ogF53XzCKyutGSTg8F6MCag/s1600/21.2.jpgBeberapa unit Sea Raider ukuran 11 meter yang diangkut KRI Banda Aceh 593 untuk mendukung operasi pengamanan di wilayah Utara NKRI. [Dispen Kolinlamil]

Selesai membawa pasukan hingga titik terakhir di Jayapura, nanti kembalinya KRI Banda Aceh 593 akan memuat lagi pasukan TNI Angkatan Darat yang telah selesai malaksanakan tugas Pamtas dari Jayapura untuk dikembalikan pulang ke Home base nya yaitu di Makassar Yonif 700 Raider, di Surabaya Yonmek 516 Caraka, dan terakhir di Belawan Yonif 122 Tombak Sakti.

Dalam operasi ini KRI Banda Aceh 593 meninggalkan pangkalan Kolinlamil melakukan pelayaran kurang lebih selama 61 hari baru kembali lagi ke pangkalan Kolinlamil Jakarta untuk menunggu perintah operasi selanjutnya.

Beberapa titik pelabuhan/pangkalan TNI Angkatan Laut yang di singgahi yaitu dari Jakarta - Semarang – Surabaya – Makassar – Ambon – Sorong – Manokwari – Biak – Jayapura. Kemudian nanti kembalinya Jayapura - Sorong – Ambon – Makassar – Surabaya – Belawan – Jakarta.

KRI Banda Aceh 593 ini adalah salah satu kapal jenis LPD produksi dalam negeri di bawah binaan Kolinlamil satuan operasi Satlinlamil Jakarta yang sangat aktif dalam melaksanakan tugas operasi baik di dalam maupun di luar negeri.

  ★ TNI AL  

Pemerintah Dorong Ekspor Alat Transportasi Dan Pertahanan ke Angola

✈ N219  [PTDI]

Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri nasional untuk memperluas pasar ekspor ke Angola terutama alat transportasi dan pertahanan serta elektronika, guna memacu kontribusi sektor nonmigas terhadap nilai perdagangan kedua negara yang berkisar 292,8 juta dolar AS tahun lalu.

"Angola bisa menjadi negara pusat untuk promosi produk-produk industri Indonesia ke pesisir barat Afrika," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menerima Menteri Luar Negeri Angola Georges Rebelo Pinto Chikoti beserta delegasi di Jakarta, Rabu.

Airlangga, melalui keterangan tertulis, menjelaskan bahwa dalam pertemuan bilateral itu kedua belah pihak saling memberikan informasi mengenai regulasi teknis serta mendalami sektor-sektor potensial di bidang investasi industri.

“Nantinya, kami berharap adanya komitmen kerja sama yang komprehensif dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi masing-masing negara,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia telah menawarkan beberapa produk industri strategis nasional, antara lain pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI), kendaraan angkut militer buatan PT Pindad, kapal laut buatan PT PAL dan gerbong kereta dari PT INKA.

Bahkan, Menlu Angola berencana mengunjungi secara langsung PT DI dan PT Pindad untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat dikembangkan. “Mereka sempat menanyakan cara pembelian pesawat dari Indonesia,” tutur Airlangga.

Di samping itu, Angola tengah memerlukan bantuan pelatihan di bidang industri seperti yang dilakukan Indonesia kepada Nigeria dan Mozambique. Misalnya, pelatihan untuk peningkatan kapasitas produksi sektor tekstil dan makanan.

Selanjutnya, Indonesia membuka peluang kerja sama di sektor industri kecil dan menengah (IKM). Apalagi, Kemenperin sedang mendongkrak pasar ekspor bagi produk IKM dalam negeri, salah satunya dengan memanfaatkan program e-smart IKM.

“Langkah ini turut mewujudkan target penumbuhan wirausaha baru di Indonesia sebanyak 20.000 orang pada akhir tahun 2019,” ungkapnya.

Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin RI, Harjanto mengatakan, semua bisnis baru di Angola harus terdaftar dalam Angolan Private Investment Agency (ANIP).

“Terdapat beberapa cara bagi perusahaan untuk dapat beroperasi di Angola, di antaranya adalah mendaftar sebagai perusahaan asing, bekerja sama dengan perusahaan lokal, dan mengembangkan anak perusahaan dengan mendaftar sebagai perusahaan Angola,” paparnya.

Harjanto menambahkan, adanya persyaratan konten lokal menuntut investor asing menggunakan jasa dari perusahaan yang sahamnya sebagian besar dimiliki Angola. Selain itu, pemerintah Angola sedang melakukan proses “Angolanising”, yang menuntut perusahaan untuk mempekerjakan masyarakat lokal.

“Pada tahun 2012, peraturan penanaman modal bagi perusahaan swasta di sana, mensyaratkan investasi minimal USD 1 Juta untuk memperoleh insentif,” ungkapnya.

Dalam rangka diversifikasi ekonomi, menurut Harjanto, Pemerintah Angola juga menawarkan kepada pengusaha Indonesia untuk pembangunan industri perikanan, pertanian, pertambangan, infrastruktur, makanan, dan mineral.

Pemain utama pada sektor minyak dan pertambangan di Angola adalah Sonangol (perusahaan afiliasi China), British Petroleum (perusahaan afiliasi Inggris), dan Exxon (perusahaan afiliasi Amerika Serikat). Hubungan diplomatik kedua negara telah dibuka sejak 2001 dan Angola merupakan mitra dagang Indonesia terbesar ke-3 di kawasan Afrika sub-Sahara setelah Afrika Selatan dan Nigeria.

Komoditas impor Indonesia dari Angola adalah minyak dan gas bumi, sementara produk ekspor Indonesia adalah pipa besi, sabun, seng, korek api, kendaraan, margarin, ikan olahan, obat, kertas dan minyak sawit.

  ✈ antara  

Kapal Siluman Buatan Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAhVMxeXshM2x6fS-1njauKTZ5g_EFhI9AbwBRrxC3ccSeC6NyY5tSYjFxvmvczex_qqk9tbKXYdrsTw7pN6j-DooxdzADb7nLEhyZBHyoJ7fEOpKgI7YTraTKzYBcvHAHun1iO9sqaZnP/s1600/DSNS_delivers_first_SIGMA_10514_PKR_frigate.jpgSIGMA 10514, PKR KRI 331 [damen] ★

PT PAL Indonesia (Persero) dikenal sebagai salah satu BUMN galangan kapal yang cukup produktif membangun kapal. BUMN yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur ini, telah memproduksi kapal baik untuk dalam negeri maupun luar negeri.

Beberapa kapal yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia juga mengadopsi teknologi stealth. Dengan menggunakan teknologi ini, kapal tidak akan terdeteksi oleh radar musuh.

"Stealth artinya siluman, artinya kapal itu enggak boleh tertangkap radar," jelas Sekretaris Perusahaan PT PAL, Elly Dwiratmanto, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Agar kapal tidak terdeteksi radar musuh, lanjut Elly, pembangunan kapal harus memperhatikan sejumlah ketentuan. Misalnya, memiliki getaran yang kecil, suara kapal yang tidak terlalu berisik, hingga desain kapal yang perlu didesain dalam bentuk tertentu.

"Nah supaya enggak tertangkap radar, getaran harus kecil. Terus kemudian vibrasi kecil gitu kemudian suaranya juga tidak terdengar, bentuknya juga harus dibentuk sedemikian rupa supaya radar itu enggak bisa menangkap," tutur Elly.

"Puluhan kilometer kalau di laut enggak terdeteksi," tambah Elly.

Salah satunya adalah kapal perang 'perusak' kedua jenis Guided Missile Frigate/Perusak Kawal Rudal (PKR). Satu unit kapal PKR sudah dikirim ke TNI AL beberapa waktu lalu. Kemudian untuk pesanan kapal kedua akan dikirim pada Oktober 2017 mendatang.

"Ini sudah terjadi di kapal-kapal PKR ini dan kapal kita sudah kita sedemikian. Supaya sekecil mungkin katakan kalau radar menangkap itu, hanya dikiranya kapal kecil bukan kapal perang," ujar Elly. (wdl/wdl)

 Dua Jenis Kapal Siluman Anti Radar 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpTDEMy3gb_myWg_8QAwTTRwtFVsEiPfqORYR6iwO8Fgz3O40sdAjI5MQRXmwjjoGRWnUbLSIeAlUzL2yDgtlJuGcIlGcX_hUvGsARwQzEO8LM3LCG0ijEeCYAPOs3WhBlkkBVvdSeGOn-/s1600/12240233_498162273690932_5060544490708167166_defence.pk.jpgKCR60M Produksi PT PAL [def.pk]

PT PAL Indonesia (Persero) mengadopsi teknologi stealth dalam pembuatan kapalnya. Dengan teknologi ini, kapal perang tidak akan terdeteksi oleh radar milik musuh.

Sedikitnya ada dua jenis kapal buatan PT PAL Indonesia yang mengadopsi teknologi stealth. Kedua jenis kapal tersebut, adalah kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dan Kapal Cepat Rudal (KCR).

"Kita ini kan PKR kemudian KCR itu semua didesain dari sisi bentuk, getarannya, kebisingannya. Itu tidak bisa terdeteksi oleh radar," jelas Sekretaris Perusahaan PT PAL, Elly Dwiratmanto, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Saat ini, untuk kapal PKR sudah digunakan oleh TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Kapal jenis ini juga banyak digunakan di negara lain di dunia.

"Tentunya yang Indonesia baru dua ini. Kapal jenis ini negara besar sudah punya," tutur Elly.

Sedangkan untuk kapal KCR, PT PAL masih fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sampai saat ini, tercatat ada 3 unit kapal KCR yang sudah dibangun PT PAL.

"KCR yang sudah kita serahkan kan tiga, itu 2015 akhir. Sekarang masih bangun lagi satu untuk TNI semua," ujar Elly.

 Mengintip Kecanggihan Kapal Siluman 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifMQlHDfcteE62m3RwxKM1nGKWsUdebhx4CLtuiNwyjPusyc0jRY5lb_t74EQ_JS0cPKscfMdazPUjrXWEQQTJ_gizdl6SQsJ6CTQNke2lRQOzTtWjLeVxfih3G5Ya8hMJoJILRsNouakx/s1600/Damen_Sigma_PKR_Sea_Trials.jpgPKR 10514 TNI AL [Damen]

Sejak 2013 lalu, PT PAL Indonesia (Persero) memulai produksi kapal menggunakan teknologi stealth. Teknologi ini membuat kapal perang tidak terdeteksi oleh radar musuh dari kejauhan.

BUMN galangan kapal yang berpusat di Surabaya ini sedikitnya sudah membangun dua jenis kapal perang yang mengadopsi teknologi stealth, yaitu kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) dan Kapal Cepat Rudal (KCR).

"Tentunya yang Indonesia baru dua ini. Kapal jenis ini negara besar sudah punya," jelas Sekretaris Perusahaan PT PAL, Elly Dwiratmanto, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Kapal PKR memiliki panjang 105 meter dengan lebar 14 meter. Kapal ini bisa melesat dengan kecepatan 28 knots. Saat beroperasi, PKR bisa membawa 122 kru kapal hingga 20 hari.
Kapal ini memiliki keunggulan utama yaitu tidak terdeteksi radar oleh kapal perang maupun kapal selam. Kapal ini umumnya digunakan untuk menjaga kedaulatan laut hingga bantuan kemanusiaan.

Selanjutnya adalah KCR. Kapal ini memiliki panjang 60 meter dengan lebar 8 meter. Kapal ini mampu melesat hingga 28 knots dengan jarak maksimum 2.400 Nmiles.

Selain itu, kapal ini juga mampu mengangkut 55 penumpang dengan masa jelajah hingga 5 hari. Kapal ini dilengkapi dengan 1 unit senjata utama kaliber 57 mm, senjata kaliber 20 mm, dan 2 buah rudal. Sama seperti PKR, KCR juga tidak terdeteksi radar oleh kapal perang maupun kapal selam.

Saat ini, untuk kapal PKR sudah digunakan oleh TNI Angkatan Laut untuk menjaga kedaulatan Indonesia. Kapal jenis ini juga banyak digunakan dan diproduksi di negara lain di dunia.

Sedangkan untuk kapal KCR, PT PAL masih fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sampai saat ini, tercatat ada 3 unit kapal KCR yang sudah dibangun PT PAL dan satu unit lagi dalam tahap pembangunan.

"KCR yang sudah kita serahkan kan tiga, itu 2015 akhir. Sekarang masih bangun lagi satu untuk TNI semua," ujar Elly. (dnl/ang)

  ♞ detik  

Proyek Strategis Nasional Mencapai Rp 1.198 Triliun

N245 Diusulkan Masuk Proyek Strategis BaruN245 [indonesian-aerospace] ☆

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku telah mengusulkan sebanyak 55 proyek dan satu program baru untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nilai totalnya mencapai Rp 1.198 triliun.

Usulan tersebut artinya menambah daftar PSN yang sebelumnya telah masuk rancangan, yakni 190 proyek existing dan satu program pembangunan infrastruktur listrik 35 ribu Megawatt.

Dengan demikian kini terdapat sebanyak 245 PSN yang nilainya mencapai Rp 4.059 triliun.

Dari total proyek existing, sebanyak 20 proyek senilai Rp 33,5 triliun sudah rampung. Sedangkan 15 proyek senilai Rp 40,5 triliun dikeluarkan dari daftar PSN.

“Nah PSN yang lama itu satu program listrik swasta. Kalau yang program baru ada satu ini pesawat terbang N245, dari PT DI (Dirgantara Indonesia). Ini usulan baru yang kami ajukan,” kata Darmin di kantornya, kemarin.

Dalam daftar usulan proyek baru, terdapat 45 proyek lintas sektor yang nilainya mencapai Rp 942 triliun, mencakup proyek dari berbagai sektor yang memenuhi kelengkapan dokumen dan kriteria PSN.

Selanjutnya, 7 proyek jalan tol dengan nilai Rp 129 triliun. Tujuh proyek jalan tol Trans Sumatera dengan target pengadaan tanah tahun 2018 dan konstruksi 2019. Proyek ini diusulkan untuk memperoleh dukungan LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara).

Terakhir, 3 proyek perkeretaapian dengan nilai Rp 104 triliun. Terdapat proyek kereta api usulan baru yang diajukan Kementerian Perhubungan pada 10 Februari 2017.

Selanjutnya, satu program usulan baru yakni program pembuatan pesawat jarak menengah R80 senilai Rp 19,5 triliun, dan pesawat N245 senilai Rp 2,5 triliun.

“Sebagian besar kerja sama, ada juga BUMN. Tapi yang kerja sama swasta paling banyak,” pungkas Darmin.
 

  ☠ CNN  

Ujicoba Kemampuan KRI Kurau-865

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7Ktg56pmz415gpjVekobYKqP8TFBs6A7hFudeLsyxMyMsiF504-84DP6Z3y6dVpn7oFeB2qeEjns-eYbaM3fNwC49-6n-NJMFMHP-eFfpiQS8nFuQxslnupcuHEli3aXjYgGhLIJb0tME/s1600/Kapal-Patroli-Cepat-KRI-Kurau-Diluncurkan-di-Perairan-Banten-2.jpgPeluncuran kapal patroli cepat KRI Kurau di Perairan Banten. [defence.pk/pr1v4t33r] ●

Tim Commodor Inspection melaksanakan peninjauan dan inspeksi KRI Kurau-856 di galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, pada Kamis (4/5).

Tim Commodor Inspection KRI Kurau terdiri dari Waaslog Kasal Laksma TNI Toto Prihantoro, Irops Itjenal Laksma TNI Janter Elias Manik, Kadislaikmatal Laksma TNI Sudarmoko, Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, beserta rombongan.

Kunjungan rombongan ini disambut oleh Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Rudi Haryanto dan Direktur Utama PT. CMS Agus Pramono.

Laksma Toto Prihantoro menyampaikan bahwa tujuan kunjungan tim pertama saat ini adalah untuk mengetahui hasil yang telah dicapai terkait pesanan kapal patroli dari TNI Angkatan Laut berupa KPC 40 M yaitu KRI Kurau-856. Tim ingin mengetahui ketangguhan, ketahanan, dan kecepatan kapal tersebut.

Tim Commodore Inpection melakukan inspeksi fisik serta uji coba kemampuan KRI Kurau-865 dengan melaksanakan satu kali trip berlayar dari dermaga PT. CMS Banten menuju perairan Salira Puloampel yang dibawa langsung oleh Komandan KRI Kurau-856 Mayor Laut (P) Avissema.

Uji coba kemampuan pada Commodore Inspection tersebut meliputi kecepatan balingan kapal, kemudi darurat, pengecekan pompa air, melaksanakan Vrem Stop, dll.

  ★ Lanal Banten  

SSV Pesanan ke-2 Filipina Dikirim Minggu Depan

SSV-2 BRP Davao Del Sur 602 [Gombaljaya] ★

PT PAL Indonesia (Persero) akan mengekspor kapal perang kedua jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) ke Filipina 27 April 2017 mendatang. Kapal perang ini dibangun langsung oleh putra-putri Indonesia di galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya pada Mei 2016 lalu, PT PAL Indonesia telah mengirimkan kapal SSV pertama ke Filipina yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) di dok perkapalan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya.

Melihat lebih dekat kapal SSV pesanan Filipina, kapal ini memiliki panjang 123 meter dengan lebar 21,80 meter. Kapal ini mampu melesat hingga 16 knots dengan jarak tempuh mencapai 9.360 nm hingga 30 hari.

Berdasarkan data PT PAL, kapal perang ini mampu mengangkut 621 penumpang dengan rincian 121 kru dan 500 pasukan. Kapal ini juga mampu mengangkut dua helikopter sekaligus dengan tipe Black Hawk dan Agusta 109.

Selain itu, kapal yang dipesan Filipina ini juga mampu mengangkut beberapa kendaraan perang seperti truk hingga ambulans. Kapal SSV pesanan The Departement of National Defence Armed Forces of The Philippines ini dilengkapi dengan meriam kaliber 76 mm.

PT PAL Indonesia sendiri menggarap dua proyek kapal perang SSV dengan nilai kontrak US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.

  ★ detik