Melihat Tawaran Denmark

Solusi Pertahanan Laut https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7ebwqgxhrtjHx8WpqSMZSXSg8zX-NAroWhu7vK-xCBjq6lmQ1uPLd3y2mbwwS6QwKH-MOBklyk_gBSI5Lk34zRAi3ZKfPjYR0ndtfwu6CEgJ9dGZ-ylo8W3dCFopYwcC1d6M3PZ2kR6HG/s1600/danish.jpgSlide tawaran Denmark [pr1v4t33r]

Minggu lalu angkatan laut Denmark berkunjung ke Jakarta dan menawarkan solusi pertahanan laut kepada TNI AL dan Bakamla.

Rombongan yang dipimpin KSAL Denmark, Rear Admiral Frank Trojahn mempresentasikan kebutuhan angkatan laut Indonesia dengan menawarkan kapal serbaguna Absalaon class dan Iver Huitfeldt class.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEtNKjtnNZq8Wos3l-CVRRRMCjkq6Qq2esWs9FB9s4mn56_5ui0WPUfJLifoijc8zbWL0JwKJ_Ys4gXzbyApr1YEDb2asJESmBkR9-TMSivuI7UDXBtk9xVtdINKhBUFNYPsnV1ln9EOHb/s1600/absalon.jpgDalam slide presentasi terlihat kapal dari jenis Absalon class ditawarkan sebagai kapal mothership dan kapal coast guard. Diketahui beberapa waktu yang lalu, Menteri Susi mencari kapal induk (mothership) untuk keperluan pengawasan nelayan dan ikan di laut Indonesia. Dengan kebutuhan tersebut, Denmark menawarkan kapal dengan jenis mothership. Selain itu juga menawarkan kapal coast guard dari jenis Absalon class untuk Bakamla.Absalon class merupakan kapal multi purpose mission sehingga dapat digunakan sebagai kapal support ship, kapal rumah sakit, kapal angkut militer maupun sebagai penyebar ranjau laut bila diperlukan.

Untuk TNI AL, Denmark menawarkan kapal frigate Iver Huitfieldt class. Kapal dengan bobot sekitar 6600 tons ini menggunakan sistem StanFlex modules, sehingga dapat ditambah ataupun dikurangi module-nya sesuai kebutuhan.

Kapal Iver maupun Absalon sebetulnya hampir sama hanya berbeda kebutuhannya. Kapal yang mempunyai panjang sekitar 138 meter ini dapat dipacu hingga 30 knot dan 24 knot untuk Absalon class.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9iJdQ94N5KMGKxSDaWbUIleIv2yJeEIqc6jqzUfXiIwx7tzclwITSHfmLXOmgECGlG-V1DChpnF5JIyXhJ9ukqPR7F6F7LKSOP6I1e-lyDyteulC43fcVJAiArKVm1ZqAUoSYpUEEjQZC/s1600/IMG-20170526-WA0029.jpgPada acara minggu lalu, perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT) menandatangani MoU dengan Pusat Desan Kapal Nasional untuk mendesain kapal keperluan Indonesia kedepan.

Minggu ini di salah satu laman asing diberitakan Indonesia telah memesan 6 kapal frigate untuk TNI AL. Perusahan kapal Denmark OMT menyatakan akan membangun sebanyak 6 unit kapal frigate jenis Iver Huitfieldt class.

Benar tidak-nya berita tersebut, TNI AL sendiri sudah lama mencari pengganti kapal Van Speik class yang berjumlah 6 unit telah berusia tua dengan kapal yang baru. Selain itu juga, Denmark menawarkan kapal OPV untuk TNI AL dari jenis Knud class.


  ★ Garuda Militer  

Indonesia Interested Joint Production Air-to-air missiles, Radar systems and Military cargo planes

Indonesian marines begin using Ukrainian BTR-4M APCBTR4M Marinir [angkasa]

The all-purpose maritime battalion of Indonesian marines have officially begun to use a test batch of BTR-4M armored personnel carriers produced at Ukraine's Kharkiv-based Morozov Machine Building Design Bureau. The contract was signed in February 2014 between the state-run SpetsTechnoExport Concern, which is part of Ukrainian state-run Ukroboronprom, and Indonesia's Defense Ministry.

Ukroboronprom's press service on Thursday cited SpetsTechnoExport CEO Pavlo Barbul as saying the first five BTR-4 vehicles have completed testing and have been transferred to Indonesia's military for use.

"The procedure for transferring Ukrainian BTRs to Indonesia's military has taken place. Since the start of May, Indonesia marines have been using them," Barbul said.

As earlier reported, the contract to produce and send a test batch of five BTR-4Ms was signed in February 2014. The contract provides the option for further supplies of 50 vehicles. The first batch was offloaded in Indonesia in 2016.

The success of the Indonesia contract comes within the framework of increased capacity of Ukraine's military industrial complex after supplying BTR-4s to Ukraine's armed forces.

Indonesia is one of Ukraine's best potential partners in the Asian Pacific region. Ukrainian tank and armored vehicles, as well as aviation equipment, have been provided to Indonesia on a bilateral basis, as well as repair and modernization services.

Kyiv and Jakarta have stepped up talks about increased military cooperation. Indonesia today is interested in the creation of a joint enterprise for the production of guided air-to-air missiles, Ukrainian radar systems and Ukrainian military cargo planes.

   Interfax  

TNI AD Juara Umum Lomba Tembak AASAM Tahun 2017

Raih 28 EmasTentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), kembali menorehkan prestasi gemilang di pentas internasional dengan menjadi Juara Umum dalam lomba tembak bergengsi antar Angkatan Darat dari 20 negara.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) yang bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM) berlangsung pada tanggal 5 s.d. 26 Mei 2017, di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

TNI AD keluar sebagai juara umum AASAM tahun 2017 setelah meraih 28 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu di berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan.

Negara-negara yang ikut berpartisipasi pada lomba tembak internasional tahunan ini antara Indonesia, Australia, Jepang, Uni Emirat Arab, Anzac, Philipina, US Army, Inggris, Canada, Malaysia, Thailand, US Marines, Korea, Singapura, New Zealand, Kamboja, Timor Leste, Tonga, PNG dan Perancis.

Kontingen TNI AD berjumlah 14 orang, 4 official dan 10 petembak pada AASAM 2017 ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Inf Josep T. Sidabutar yang sehari-hari menjabat Kepala Staf Brigif Para Raider 17 Kostrad.

Selama berpartisipasi pada Lomba Tembak AASAM, TNI AD senantiasa menjadi juara umum sejak pertandingan di Puckapunyal 2008, dengan menggunakan senjata jenis SS-2 V4 buatan PT Pindad yang merupakan senjata organik pasukan Kostrad,” ujar Letnan Kolonel Inf Josep T. Sidabutar.

Rencana kedatangan tim kontingen TNI AD dari Australia ke tanah air dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 28 Mei 2017 dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

 Perolehan medali akhir tanggal 26 Mei 2017

1. Indonesia : 28 Emas, 6 Perak, 5 Perunggu.
2. Australia : 14 Emas, 16 Perak, 16 Perunggu.
3. Jepang : 10 Emas, 7 Perak, 7 Perunggu.
4. Uni Emirat Arab : 2 Emas.
5. Anzac : 3 Emas, 3 Perak.
6. Philipina : 4 Emas, 4 Perak, 4 Perunggu.
7. US Army : 1 Emas, 1 Perunggu.
8. UK (INGGRIS) : 1 Perak, 2 Perunggu.
9. Canada : 2 Emas, 5 Perak, 4 Perunggu.
10. Korea : 2 Emas, 3 Perak, 1 Perunggu.
11. Malaysia : 1 Perak, 3 Perunggu.
12. Thailand : 1 Emas, 4 Perak, 2 Perunggu.
13. US Marines : 2 Perunggu.
14. Singapura : 2 Perak.
15. New Zealand : 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu.
16. Kamboja : Nihil.
17. Timor Leste : Nihil.
18. Tonga : Nihil.
19. PNG : Nihil.
20. Perancis : Nihil.

   Kostrad  

Italia Jajaki Kerja Sama Bidang Penerbangan dan Antariksa dengan LAPAN

Salah satu pemaparan pihak Italia ke LAPAN, yaitu bidang - bidang yang digeluti Leonardo Company

Rabu (17/05), di Ruang Pamer Hasil litbang, Kantor LAPAN Pusat, Jakarta, pimpinan LAPAN menerima kunjungan Kedubes Italia bersama dengan perwakilan perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan dan antariksa. Mereka adalah Alessandro Garbellini (Kedubes Italia), Pietro Bruno (Leonardo), Claudio Serafini (e-geos - Telespazio), serta Enrico Russo dan Alessandro Areso (Agenzia Spaziale Italiana - ASI).

Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin menyambutnya, didampingi Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Dr. Orbita Roswintiarti, Deputi Sains Antariksa dan Atmosfer, Afif Budiyono, dan Kepala Biro Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Umum, Christianus R. Dewanto.

Kunjungan Tim Italia bermaksud untuk menjajaki peluang kerja sama pihaknya dengan LAPAN. Pertemuan dibuka dengan pemaparan kompetensi utama LAPAN oleh Kepala LAPAN. Dalam presentasinya, ia mengawali penjelasan tentang program LAPAN terkait pengembangan sistem pendukung keputusan yang dikenal dengan Decision Support System (DSS) di bidang antariksa dan atmosfer.

Beberapa sistem informasi disampaikan antara lain pemanfaatan aplikasi Space Weather Information and Forecast Service (SWIFtS), sistem pemantauan sampah antariksa secara realtime, sistem pemantauan bencana hidrometeorologi dengan menggunakan Satellite Disaster Early warning System (SADEWA), pemanfaatan Sistem Embaran Maritim (SEMAR) untuk panduan nelayan dalam mencari ikan dan pemantauan keamanan wilayah laut, serta penjelasan terkait keterlibatan LAPAN dalam The International Space Environment Service (ISES).

Kepala LAPAN juga mengenalkan salah satu produk hasil litbang LAPAN di bidang satelit dengan menunjukkan hasil pemantauan Satelit LAPAN-A3/LAPAN-IPB. Sesuai misinya, satelit tersebut mendukung pemantauan wilayah perairan Indonesia dengan muatan Automatic Identification System (AIS). Gunanya, salah satunya untuk pengawasan illegal fishing. Untuk pemanfaatan sistem ini LAPAN secara konsisten bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Thomas juga menyampaikan pengembangan roket LAPAN secara mandiri. Dipaparkan pula pengembangan teknologi penerbangan terkait program pesawat terbang N219, N245, sampai dengan N270. LAPAN juga mengembangkan teknologi pesawat tanpa awak.

Untuk meningkatkan kompetensinya, LAPAN juga menjalin kerja sama di tingkat internasional, antara lain dengan CNES - Perancis, JAXA - Jepang, dan Cina. “Saat ini, kami juga sedang membangun observatorium nasional di Kupang yang ditujukan untuk pengamatan astronomi para peneliti internasional,” jelasnya.

Pihak Italia menanggapinya dengan memaparkan berbagai bidang yang digeluti e-geos, Leonardo, dan ASI. Leonardo diakui sebagai perusahaan teknologi tinggi di tingkat dunia di bidang penerbangan, pertahanan, dan keamanan. Produknya yaitu helikopter, pesawat terbang, aerostruktur, kendaraan peluncur luar angkasa, serta sistem informasi keamanan laut dan darat.

Perusahaan ini piawai dalam kegiatan peluncuran roket dan pengorbit kendaraan luar angkasa. Beberapa contoh program utamanya yaitu misi Galileo, COSMO-Skymed, Copernicus, SICRAL, ATHENA-FIDUS, Rosetta, Exomars, dan pengelolaan Bandar Antariksa Internasional. Kegiatannya bergerak di bidang telekomunikasi, observasi bumi, navigasi, ilmu pengetahuan, dan penjelajahan ruang angkasa.

Alesandro menyatakan bahwa pihaknya berkeinginan untuk membuka peluang kerja sama dengan LAPAN. Salah satunya kerja sama peningkatan kapasitas SDM dengan pertukaran ilmu pengetahuan. “Kami selaku penghubung dengan beberapa universitas di Italia sangat terbuka bagi LAPAN jika ingin memanfaatkannya,” tuturnya.

Kepala LAPAN menyambut baik tawaran kerja sama tersebut. “Kami dapat memanfaatkan program Kemenristekdikti untuk Pendidikan Non Gelar (PNG) Riset Pro dengan estimasi waktu pendidikan mulai dua minggu sampai dengan tiga bulan,” ungkapnya. Sementara Orbita berharap, pihaknya dapat menjalin kerja sama di bidang penginderaan jauh untuk pengoperasian stasiun bumi, serta pengolahan data dan aplikasinya.

Kedua pihak akan memperdalam lagi peluang tersebut ke dalam ruang lingkup yang akan dikaji kemudian. Termasuk, menindaklanjutinya dengan mengusulkan ke pemerintah untuk upaya penyusunan payung kerja sama kedua negara.

  LAPAN  

Kisah Tim KPLP Berhasil Selamatkan Kapal Philippine Coast Guard TB Habagat (271)

Bocor dan rusak mesin di lautWuih, luar biasa, kata-kata ini sangat tepat ditujukan bagi Tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Betapa tidak, tim KPLP berhasil memberikan pertolongan kepada Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 yang mengalami kebocoran dan kerusakan mesin di perairan selat makassar 110Nm dari Kotabaru, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Sebelum terjun menolong, berita marabahaya (distress) diterima dari Komandan Kapal Philippines Coast Guard TB Habagat 271 oleh Poskodalops Ditjen Hubla.

Tentu saja, segera ditindaklanjuti oleh Dit KPLP selaku Indonesia Coast Guard sembari terus berkoordinasi dengan Philippines Coast Guard Action Center di Manila.

Kapal tersebut merupakan armada yang dibawa dari Filipina saat mengikuti Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) pekan lalu dan tengah dalam pelayaran untuk kembali ke negaranya. Kapal juga sempat mengikuti simulasi penanganan kapal bocor atau bermasalah di lautan dalam rangka menjaga lingkungan laut dari pencemaran minyak di Benoa, Bali.

Kapal Philipine Coast Guard mengalami masalah di perairan Selat Sulawesi dalam perjalanan pelayaran dari Benoa menuju Filipina di Lat 4 degs 00.32 mins S/ Long 117 degs 39.6 mins E, selanjutnya kami diperintahkan untuk memonitor dan melakukan tindakan pertolongan,” tutur Direktur KPLP, Capt. Jonggung Sitorus di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

http://photos.marinetraffic.com/ais/showphoto.aspx?mmsi=525000001&size=Kapal Patroli KN Chundamani P-116 [marinetraffic]

Selanjutnya KPLP mengerahkan Kapal Patroli KN Chundamani P-116 dan KN 377 menuju ke lokasi, untuk memberikan pertolongan serta melakukan asistensi di Pelabuhan Kotabaru.

Berdasarkan informasi kapal mengalami trouble engine dan ada kebocoran, kapal masih aman untuk dilayarkan ke pelabuhan Kotabaru untuk melakukan perbaikan,” ujar dia.

KSOP Klas IV, melaksanakan koordinasi dengan beberapa pihak antara lain PT. Pelindo III melalui Pilot Station, PT. Pertamina Kotabaru dengan menyiagakan dua unit kapal Tunda TB. Patra 01 dan TB. Patra 02 di Tanjung Pemancingan dan SROP Batulicin.

Kapal milik Philippine coast guard TB. Habagat (271) saat itu, masih bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Perairan Kotabaru dengan Speed 7,6 Knots dan terus kami pantau dengan SROP Batulicin dan Pilot Station,” katanya.

Titik pertemuan antara Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 dengan Kapal TB Habagat 271 milik Philippine Coast Guard di posisi koordinat 03-15,42′-42,0″LS/116-54-50,0″ BT atau sekitar 44 NM dari Kotabaru pada Ahad (21/5/2017) sekitar pukul 16.00 WITA.

TB Habagat 271 philippine coast guard dikawal kapal milik PCG lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya). Selanjutnya Kapal Negara Patroli KPLP KNP 377 mengawal kedua kapal Philippine Coast Guard menuju perairan Kota Baru untuk selanjutnya disandarkan pada Dermaga Pelabuhan Umum Stagen milik PT. Pelindo III Cabang Kotabaru dan tiba di pelabuhan Kotabaru pukul 22.00 WITA,” urai Capt. Jonggung.

 Dirjen Hubla Apresiasi Kesigapan Tim KPLP
http://www.update.ph/wp-content/uploads/2017/05/18447345_1262732053839456_200433849777998141_n.jpgKapal TB Habagat 271 milik Philippine Coast Guard [update.ph]

Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono mengapresiasi kesigapan tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) yang berhasil melakukan pertolongan pihak Filipina saat mengalami masalah di pelayarannya.

Ini menjadi catatan penting bahwa latihan atau simulasi pertolongan darurat sangat dibutuhkan dan benar-benar membantu sesuai SOP (Standart Operation Procedure), saat dihadapkan pada kondisi yang nyata,” jelas Tonny di Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Dia juga menyampaikan keprihatinannya atas kendala yang terjadi pada kapal Filipina tersebut. Mulai hari ini, kapal Coast Guard Filipina sedang naik dock untuk dilakukan penambalan.

Sedangkan kapal Philipine Coast Guard lainnya yaitu BRP-3502 (Nueva Vizcaya) sudah berlayar kembali ke negaranya,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian ini telah menunjukan kesiapsiagaan KPLP sebagai Indonesia Coast Guard dalam merespon serta bereaksi cepat mengatasi permasalahan pelayaran yang terjadi di perairan Indonesia. (omy)
 

  Berita Trans  

Kapal Navigasi KN Nipa dan KN Masalembo Diluncurkan

Di Batam IMG-20170524-WA0026Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut meluncurkan 2 kapal kenavigasian Kelas I, KN Nipa dan KN Masalembo dari galangan kapal PT. Citra Shipyard, Batam, hari ini, Rabu (24/5/2017).

KN Nipa akan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang dan KN Masalembo akan dipangkalkan pada Distrik Navigasi Kelas I Surabaya,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut A. Tonny Budiono, melalui keterangan tertulis yang diterima beritatrans.com dan Tabloid Mingguan Berita Trans.

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Provinsi Riau Dr. H. Nurdin Basirun, Direktur Kenavigasian Bambang Witanto, dan Direktur Utama PT. Citra Shipyard Ali U Lai.

Dirjen Tonny Budiono mengungkapkan, saat ini wajah perairan Indonesia terus berubah. Dengan adanya kegiatan ekonomi di laut seperti pelayaran, pembangunan pelabuhan, kegiatan lepas pantai, konservasi alam, perikanan, dan lainnya tentu membutuhkan peralatan kenavigasian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa peran navigasi laut sangat besar dalam menunjang aspek keselamatan pelayaran,” katanya.

Ibarat jalan tol, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan harus menyiapkan fasilitas penunjangnya, seperti rambu-rambu atau Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) yang cukup dan andal, alur pelayaran yang aman dan ekonomis, penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran serta sistem lalu lintas pelayaran yang baik sehingga dapat memberikan informasi yang akurat dan jelas kepada kapal-kapal yang berlayar.

Sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin,” kata Tonny. (aliy)

  Berita Trans  

Denmark Kenalkan Solusi Pertahanan Laut

Pada 18 – 19 Mei 2017, Laksamana Muda Denmark Frank Trojahn, mengunjungi Indonesia bersama dengan delegasi perusahaan Denmark di sektor angkatan laut.

Acara tersebut mempertemukan Frank Trojahn dengan Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Ade Supandi, yang telah mengunjungi Denmark pada bulan Oktober tahun lalu.

Acara Ini diikuti oleh sebuah seminar kecil, di mana perusahaan Denmark memiliki kesempatan untuk melakukan presentasi ‘Danish naval defence solutions’.

Laksamana Muda Trojahn dan perusahaan Denmark juga bertemu dengan Coastguard Indonesia, BAKAMLA dan mempresentasikan solusi maritim multi guna untuk kebutuhan Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYPIJMpMlEp1HlCXCgnYx_fV_tE4gnsC-lG0JwLBjkQbbtXujdN-uWrB8BazWeo5_rpHoZnysOx1_Ixfh0HFJksszmp76VT-6Lsb3Pqbzd1i52sp_3A0KJjz8WLUTqElHPjonOUqiTawqx/s1600/Danish-naval-chief-Indonesia.jpgPada hari kedua delegasi tersebut pergi ke Surabaya, ibu kota Jawa Timur, sebuah pelabuhan penting dan pusat perdagangan untuk wilayah timur Indonesia.

Di sini, Kepala Staf Angkatan Laut dan perusahaan-perusahaan Denmark yang menyertainya mengunjungi markas Armada Timur Indonesia dan makan siang dengan perwakilan dari kantor administrasi dan pemangku kepentingan maritim di Surabaya, termasuk ‘National Naval Design Center’.

Setelah makan siang, perusahaan Denmark Odense Maritime Technology (OMT) menandatangani MoU dengan ‘National Naval Design Center’ Indonesia mengenai kerja sama dalam merancang kapal angkatan laut.

Sore hari, delegasi tersebut mengunjungi galangan kapal kapal laut PT PAL. Ini merupakan kesempatan besar bagi perusahaan Denmark untuk melihat fasilitas pertahanan angkatan laut Indonesia dan menyajikan teknologi dan solusi angkatan laut Denmark, sebagaimana dilansir dari Scand Asia (21/05).

  ⚓ Lancer cell